Langsung ke konten utama

Surga Dunia

Surga dunia bukanlah surga yang sesungguhnya..
Surga dunia hanya sebentar... nikmatnya. Dan pahit pada akhirnya.. dengan bertubi penyesalan..

Mungkin ini bukan kisah satu satunya di alam fana ini....  yang mirip dengan ini mungkin juga banyak.
Diantara 7 Milyar manusia.... dan diantara ratusan ribu pekerja yang ada di negeri minyak... kemungkinan ada yang bernasib sama... seperti yang dialami Bimo.

Apakah ini kisah nyata??
Iya....kata banyak orang yang mengenal Bimo. Tapi aku sendiri belum pernah bertemu dengannya.

Konon inilah kisahnya....

Bimo, 35 tahun, sudah 5 tahun merantau ke Jakarta. Dia semula hidup pas-pasan sebagai buruh mebel antik di desa Awur-awur di Jawa Tengah.
Setelah menikah dengan Dewi, teman sesama buruh,  dia ingin hidup lebih makmur dan bahagia.
Untuk itu dia mulai rajin ke masjid mendekatkan diri kepada yang kuasa dan terus giat bekerja.
Tetapi tahun demi tahun nasibnya tak jua berubah. Mimpi tinggal mimpi. Asa tinggal asa. Rupiah tetap susah dicari. Sehingga suami istri muda ini memutuskan hijrah dan merantau ke Jakarta. Karena tergoda kisah sukses Haji Mukrin, tetangganya, yang sukses setelah merantau ke Jakarta.

Singkat kata, maka 5 tahun sudah Bimo dan Dewi hidup di Jakarta. Apa yang mereka impikan selama ini pun belum juga ada tanda- tanda harapan. Gelap tetap gelap, susah makin susah... apalagi sejak anak mereka lahir. Beban hidup membengkak, sementara pekerjaan tidak jelas. Bekal profesi yang nihil menyebabkan dia sulit mencari kerja. Lamaran demi lamaran pekerjaan tak pernah berhasil, sampai bekal hidupnya habis. Akhirnya jadilah Bimo pekerja jalanan...alias sopir angkot tembak.
Dia pun memendam mimpinya sementara...demi mengatasi lapar keluarganya.

Harapan mulai muncul ketika seorang penumpangnya bercerita...tentang pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah. Sore harinya sepulang dari nyopir...Bimo langsung minta ijin istrinya untuk bekerja di negeri Minyak. Dewi pun langsung bersemangat mendengar janji suaminya untuk rajin mengirim dinar secepatnya.... Doa pun dipanjatkan lebih rajin dan khusu'. Semoga segera berhasil yaa Allah.

Komentar