Langsung ke konten utama

Postingan

wonderful sunrise on dieng mountain

Postingan terbaru

Surga Dunia sesi 2 (di Dubai)

Bimo bangga.... bercampur haru dan bahagia... begitu telapak kakinya menginjak bumi negeri yang kaya raya UAE. Nama negara yang belum pernah dia dengar sebelumnya sepanjang umurnya. Kini negara itu sudah ada di bawah telapak kaminya.... Ya Allah ijinkan aku menjadi pria makmur dan barokah di negara ini.... Kaya yang sesungguhnya.... begitu ujarnya dalam hati. Dan kemujuran pun mulai datang kepada Bimo. Karena diterima bekerja sebagai sopir pribadi seorang bos minyak. Tugasnya jelas antar jemput sang bos, yang kebetulan umurnya tak jauh di atasnya, komunikasi pun lebih terbuka. Meskipun semula Bimo sering gagal paham, tak berapa lama kemudian dia sudah lancar memahami bosnya. Kadangkala bu bos dan anak gadisnya juga minta diantar pergi shopping, dengan diiringi sedikit perbincangan. Tetapi yang terpenting dari itu semua... keluarga itu murah hati dan dermawan.. dinar mengalir seperti air membasahi dompet Bimo... Alhamdulillah... Terima kasih ya Allah... Semua untukmu sayangku.... Dew...

Surga Dunia

Surga dunia bukanlah surga yang sesungguhnya.. Surga dunia hanya sebentar... nikmatnya. Dan pahit pada akhirnya.. dengan bertubi penyesalan.. Mungkin ini bukan kisah satu satunya di alam fana ini....  yang mirip dengan ini mungkin juga banyak. Diantara 7 Milyar manusia.... dan diantara ratusan ribu pekerja yang ada di negeri minyak... kemungkinan ada yang bernasib sama... seperti yang dialami Bimo. Apakah ini kisah nyata?? Iya....kata banyak orang yang mengenal Bimo. Tapi aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Konon inilah kisahnya.... Bimo, 35 tahun, sudah 5 tahun merantau ke Jakarta. Dia semula hidup pas-pasan sebagai buruh mebel antik di desa Awur-awur di Jawa Tengah. Setelah menikah dengan Dewi, teman sesama buruh,  dia ingin hidup lebih makmur dan bahagia. Untuk itu dia mulai rajin ke masjid mendekatkan diri kepada yang kuasa dan terus giat bekerja. Tetapi tahun demi tahun nasibnya tak jua berubah. Mimpi tinggal mimpi. Asa tinggal asa. Rupiah tetap susa...